Breaking News
Loading...
Jumat, 01 Maret 2013

Info Post
Kepala BKKBN Sudibyo Alimoeso mengatakan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2010 sekitar 21 persen remaja terutama di daerah perkotaan diduga melakukan seks bebas atau seks di luar pernikahan.

"Data tersebut berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan 2010 dan sekarang indikasinya justru terus mengalami kenaikan," kata Sudibyo pada pertemuan dengan insan kesehatan di Banjarmasin, Rabu (27/2). Demikian dikutip antara.


Menurut dia, salah satu indikasi kenaikan jumlah seks bebas tersebut adalah banyaknya kelahiran di kalangan remaja terutama di daerah perkotaan. Kelahiran di kalangan remaja tersebut, kata dia, antara lain karena pernikahan usia dini juga tidak menutup kemungkinan seks bebas tersebut.

Tingginya angka kelahiran di usia remaja, membuat angka kematian ibu dan angka kematian bayi secara nasional masih cukup tinggi, kondisi tersebut membuat sebagian raport program kesehatan masih merah.

Indikasi lain, kata dia, saat ini banyak kasus ditemukannya bayi atau anak yang dibuang, karena kelahiran yang tidak dikehendaki.

Jumlah kelahiran yang tidak dikehendaki atau "unmetneed" tersebut masih cukup tinggi yaitu mencapai delapan persen dari 50 juta wanita usia subur.

"Jumlah tersebut sangat tinggi dan harus diturunkan minimal hingga lima persen," katanya.

Dengan demikian, BKKBN akan terus melakukan konseling ke masyarakat, terutama ke kampus, ke pondok pesantren ke sekolah dan ke tempat-tempat lainnya yang potensial terjadinya pernikahan dini maupun seks bebas.

Selain meningkatkan konseling, kata dia, pihaknya juga akan mendorong adanya perubahan undang-undang perkawinan yang kini membolehkan wanita berusia 16 tahun untuk menikah.

Padahal, pada usia tersebut, remaja merupakan masa emas yang untuk meningkatkan daya kreativitas dan belajar serta prestasi.(antara/28/2/13)
.

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda