Breaking News
Loading...
Sabtu, 18 Januari 2014

Info Post
Letusan Gunung Sinabung
Akun Twitter Presiden SBY, @SBYudhoyono, sejak awal diluncurkannya (13/04/2013) telah disambut publik dengan tagar #UnfollowSBY. Diawal tagar itu muncul untuk menggelitik sang pemilik akun yang cuek tidak melakukan follow balik atau folback. Namun belakangan tagar #UnfollowSBY digunakan untuk mengangkat isu-isu tertentu.


Kali ini, tagar tersebut mencuat untuk "menggugat" presiden yang belum sekali pun menjenguk para pengungsi korban letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Gerakan baru dimulai pada Senin (13/1/2014) pagi.

Akun @BimHarap pengguna hashtag tersebut berharap dengan bergulirnya gerakan ini akan gerakkan hati presiden untuk menjenguk para pengungsi Sinabung.

“4,4 Jt Followers akun twitter SBY. Mari unfollow akun tsb, 25 Ribu pngungsi Sinabung butuh gerakan kita, agar SBY lihat pngungsi. #UnfollowSBY,” bunyi kicauan @BimHarap.

Tagar tersebut kemudian menggulirkan isu-isu lain terkait presiden. Salah satunya yang menganggap jika tweet-tweet SBY hanya bersifat pencitraan semata. Kicauan presiden tidak dipergunakan dengan benar untuk tujuan komunikasi dua arah.


Gunung Sinabung bukan baru meletus kemarin sore. Setidaknya, status aktivitas gunung itu sudah naik dari "Siaga" menjadi "Awas", status tertinggi penanda peningkatan aktivitas gunung berapi, sejak 24 November 2013.

Peningkatan status itu sudah melalui beberapa kali letusan dan aktivitas kegunungapian lain dalam skala yang belum begitu besar. Sejak saat itu, letusan terus berulang, diselingi luncuran awan panas dan hujan abu.

Sementara itu menurut data Badan Penanggulangan Bencan Daerah (BPBD) Sumatera Utara per Minggu (12/01/14), jumlah pengungsi yang ada tercatat hingga 25.000 warga. Dan hingga hari yang dimaksud Presiden SBY masih belum sambangi mereka. 

islamedia
---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda