Breaking News
Loading...
Rabu, 12 Maret 2014

Info Post
(+) Ada korban tabrakan. Puluhan nyawa terancam. Ambulans mendekat. Dokter-dokter berdatangan. Pas mau menolong, ada teriakan, "Tahan dulu. Dokter dilarang bertindak. Karena para dokter lulusan Universitas Thoghut. Tidak belajar thibbun Nabawi. Bubar semua. Kita harus menjadi muslim yang Kaaffah." Akhirnya banyak nyawa yang tak tertolong.


(+) Sebuah keluarga, baru saja terkena musibah kebakaran. Warung dan semua usahanya ludess. Usai laporan BAP kepolisian, ia pun mengurus asuransi. Ada yang teriak, "Jangan diterima. Asuransi itu RIBA, tidak ada zaman Rasul. Kalian harus memilih, jadi muslim Kaaffah atau Kufur?" Si keluarga terdiam. Akhirnya ia menjual tanahnya, dan kemudian hidup dari belas kasihan.

(+) Di suatu desa, ada pemilihan Kades. Satu calonnya pemabuk. Satu calon lagi wiraswasta pertanian yang ahli masjid. Pas mau memilih, ada yang teriak, "Semua ahli masjid haram memilih. Tidak ada contohnya! Kita harus kaaffah!" Akhirnya yang terpilih Kades tukang mabuk.

Kadang kita bertanya, muslim Kaaffah dimaknai saat ini:

1. Yang meneriakkan syariah-khilafah. Namun tidak mampu mengulurkan tangan untuk membantu masyarakat agar bebas dari problematika hidup, bahkan saat nyawa terancam.

2. Yang bikin status FB-Twitter paling anti-Riba, namun transaksi masih menggunakan uang kertas dan tak ada produksi yang ia lakukan.

3. Yang mencap pemerintah thogut, kafir, namun berlomba-lomba menjadi PNS dengan dalih madani-hadhori.

4. Yang menuduh kampus dan sekolah sebagai sistem kufur, namun tak satupun sekolah yang didirikan.
 
Muslim Kaaffah apa Muslim Kah?

---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda