Breaking News
Loading...
Kamis, 07 Februari 2013

Info Post
Tulisan ini bukan untuk menafsirkan surat Yusuf, tapi hanya untuk menunjukkan adanya kemiripan antara yang terjadi pada diri Nabi Yusuf AS dengan yang terjadi pada PKS hari-hari ini. Semoga bisa menambah keyakinan.

Kisah yang Menguatkan Iman
Allah SWT berfirman:
لَقَدْ كَانَ فِي يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِ آيَاتٌ لِلسَّائِلِينَ (7)
“Sesungguhnya ada beberapa tanda-tanda kekuasaan Allah pada (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya bagi orang-orang yang bertanya.” [Yusuf: 7].

Melalui mimpi, Nabi Yusuf diberi isyarat akan menjadi seorang nabi dan penguasa besar di Mesir. Ketika Allah berkehendak, pasti kehendak-Nya akan terwujud. Walaupun jalan menuju terwujudnya kehendak tersebut panjang, berliku, dan banyak yang berusaha menghalanginya. Kehendak Allah SWT memaksakan, tidak ada yang menghalanginya. Kehendak Allah SWT tanpa ketentuan, terserah kepada Allah SWT bagaimana cara dan jalan mewujudkan kehendak-Nya.


Bahkan semakin berliku dan penuh kejutan, kisah itu semakin indah. Oleh karena itu, kisah Yusuf AS disebut sebagai (أحسن القصص) “Kisah yang paling baik.”
 
Hasad Membutakan
Allah SWT berfirman:
إِذْ قَالُوا لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَى أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ (8)
“(Yaitu) ketika mereka berkata: “Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat).  Sesungguhnya ayah kita adalah dalam kekeliruan yang nyata.” [Yusuf: 8]

Saudara-saudara Yusuf AS dimakan penyakit hati berupa hasad, iri hati. Merasakan bahwa Yusuf AS mendapatkan perhatian yang lebih dari sang ayah, Nabi Ya’qub AS Mereka ingin mendapatkan perhatian seperti Yusuf AS Sebenarnya mudah untuk mendapatkan hal itu. Tinggal meneliti sebab-sebab Yusuf AS mendapatkannya, laku mencontohnya, pasti perhatian yang sama akan mereka dapatkan. Mereka malah berusaha merusak kondisi; berbuat makar terhadap Yusuf AS dan menuduh Nabi Ya’qub AS sesat.

PKS adalah partai yang mendapat simpati masyarakat sangat baik, karena menjaga syiarnya BERSIH, PEDULI, dan PROFESIONAL. Tak mengherankan jika perolehan suara PKS selalu naik setiap pemilunya. Bahkan qiyadah mencanangkan target 3 besar pada pemilu mendatang. Kalau ada partai lain yang menginginkan simpati yang besar dari masyarakat, hendaknya mencari rahasia kesuksesan PKS tersebut. Niscaya masyarakat pun akan menaruh simpati kepada mereka. Bukan malah men-demarketting dan mengatur konspirasi menghancurkannya.

Ketakutan yang Tak Beralasan
Di antara sebab Yusuf AS dimusuhi saudara-saudaranya, mereka mencium gelagat Yusuf AS akan menjadi penerus kenabian sang ayah. Kalau benar-benar demikian, maka mereka akan menjadi pengikutnya. Padahal mereka adalah (عصبة) “kelompok yang kuat, fanatik” sehingga lebih pantas untuk memimpin.

Banyak yang meyakini PKS lambat-laun akan menjadi partai terbesar di negeri ini. Ini tentu mengkhawatirkan berbagai pihak. Kalau mau jujur, kenapa mereka khawatir? Apa yang menakutkan dari PKS? Bukankah agenda-agenda yang diusungnya adalah demi kebaikan negeri ini? Atau sesuatu yang baik bukanlah kebaikan kalau bukan dari mereka?

Yusuf AS yang Menggemaskan

Yusuf AS saat itu hanyalah seorang anak kecil, berbeda dengan saudara-saudaranya yang sudah dewasa. Sangat wajar kalau seorang ayah lebih mencintai dan memperhatikan anaknya yang masih kecil. Kakak-kakak hendaknya memaklumi kalau wajahnya yang masih innocent (tanpa dosa) dan menggemaskan, membuat semua orang meminatinya. Tidak seharusnya seorang kakak yang sudah kehilangan bening wajahnya mencelakakan adiknya lantaran iri. Atau dia ingin adiknya juga berwajah tua dan bopeng penuh luka.

Tentu banyak yang menaruh harapan kepada PKS yang masih muda, dan bisa mempertahankan kebersihannya dari praktek korupsi. Karena kebanyakan partai sudah bopeng dengan praktek korupsi kadernya. Bukannya mereka bersih-bersih dalam rumah mereka, malah melemparkan kotoran ke rumah orang agar dikatakan rumah kotor. Tak ada bedanya dengan rumah mereka.

Si Kecil Harus Dienyahkan
Allah SWT berfirman:
اقْتُلُوا يُوسُفَ أَوِ اطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ (9)
“Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu daerah (yang tak dikenal) supaya perhatian ayahmu tertumpah kepadamu saja, dan sesudah itu hendaklah kamu menjadi orang-orang yang baik.” [Yusuf: 9].

Dengan teganya, mereka berkumpul, dan merencanakan cara mengenyahkan si kecil Yusuf AS Tujuan mereka agar perhatian sang ayah tercurah kepada mereka. Bunuh atau buang di tempat jauh. Sadis. Setelah itu, mereka akan menikmati curahan perhatian sang ayah, atau menjadi orang baik-baik.

PKS tidak pernah memusuhi partai lain. Tapi kenapa ada partai yang memusuhinya? Bahkan dengan teganya membunuh karakter pemimpinnya. Ketika para kader bersih dari praktek korupsi, akankah pemimpin yang pastinya lebih baik, akan berbuat dosa besar politik tersebut? Sangatlah jauh Ust. Luthfi dari sekadar dugaan praktek itu. Sungguh menyakitkan, orang yang sangat bersih dituduh sebagai kotor; partai yang memperjuangkan peternak sapi dan mewujudkan swasembada daging dituduh telah menjadi penyebab melonjaknya harga daging di Indonesia menjadi yang termahal di dunia. Lalu tuduhannya, itu semua disebabkan praktek korupsi yang dijalankan untuk membiayai partai. Sadistis.

Sulitnya Mencari Sumber “Angin”
Ketika merencanakan kejahatan kepada Yusuf AS, disebutkan (اقْتُلُوا يُوسُفَ) “Bunuhlah Yusuf” dan (أَوِ اطْرَحُوهُ) “Atau buanglah dia”. Bukan “Ayo kita bunuh Yusuf” dan “Atau ayo kita buang dia”. Ini menunjukkan bahwa ide kejahatan itu berasal dari satu orang dari mereka. Ada aktor intelektual. Yang lain hanya mengikuti dan melakukannya. Aktor itulah yang paling benci kepada Yusuf AS dan paling berkepentingan pergi jauhnya Yusuf AS.

Banyak yang kebakaran jenggot ketika beberapa mas’ulin menyatakan kasus ini murni konspirasi. Karena terasa sekali aromanya. Walaupun sangat sulit mencari dan membuktikan siapa otak di belakangnya, sesulit mencari sumber angin ketika tercium bau tak sedap, seperti yang disebutkan Ust. Hidayat Nurwahid.
 
Berjuang dengan Cara Kotor Setan membisikkan pada hati saudara-saudara Yusuf AS, “Lakukanlah kejahatan itu. Setelah disayang ayah, jadilah orang yang baik” (وَتَكُونُوا مِنْ بَعْدِهِ قَوْمًا صَالِحِينَ). Godaan yang tidak masuk akal sehat; berbuat kebaikan dengan cara yang jahat. Tapi bagi orang sudah menjadi budak setan, pasti akan diikuti saja. Nabi Adam AS saja bisa lupa ketika dinasihati memakan buah khuldi demi mendapat kemuliaan seperti malaikat [Al-A’raf: 12].

Bagaimana mungkin sebuah partai akan berjuang demi kebaikan negara ini, jika kekuasaannya diraih dengan cara menjahati partai-partai lain. Kekuasaan yang didapatkan pasti akan digunakan untuk melakukan kejahatan yang semakin banyak. Partai seperti ini tidak bisa diharapkan sama sekali kontribusinya untuk Indonesia.

Optimislah, Akan Ada yang Membelamu
Allah SWT berfirman:
قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ لَا تَقْتُلُوا يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِي غَيَابَتِ الْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ السَّيَّارَةِ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ (10)
“Seseorang di antara mereka berkata: Janganlah kamu bunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir, jika kamu hendak berbuat.” [Yusuf: 10].

Saat mereka berbulat-tekad akan membunuh Yusuf AS, salah seorang dari mereka mencegah, “Janganlah kamu bunuh Yusuf.” Tapi mata saudara-saudaranya masih merah membara, nafsu membunuh masih menyala-nyala. Oleh karena itu, dia menurunkan tawaran, “Tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh beberapa orang musafir.”

Insya Allah, masih banyak orang yang tidak setega itu melakukan konspirasi. Konspirasi dan ketidakadilan yang dialami PKS malah menarik simpati banyak kalangan. Banyak sekali sms dan telepon dukungan diterima saudara-saudara kita di pusat dan daerah. Mereka prihatin dengan kejahatan politik yang sangat menjijikkan ini, sehingga terdorong untuk membela PKS demi kemaslahatan negeri ini.

Semoga kita sabar dan ridha seperti Nabi Yusuf AS dalam menekuni satu-persatu liku-liku jalan dakwah ini. Sehingga kita pun akhirnya sebahagia beliau ketika diberi kemenangan yang mengejutkan dari Allah SWT.(dakwatuna)

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda