Breaking News
Loading...
Sabtu, 04 Mei 2013

Info Post
Sejak bergulirnya revolusi Mesir 25 Januari 2011 kebebasan media tidak terbendung. Ratusan media dengan berbagai corak dan latar belakang bermunculan memenuhi ranah publik, apakah dalam bentuk cetak, elektronik maupun sosial media.

Namun dari sekian banyak media yang ada hanya bisa dihitung dengan jari media-media di Mesir yang  objektif dan jujur dalam pemberitaan, sisanya adalah media-media sempalan yang penuh kebohongan dan kontroversi yang ditujukan untuk melawan pemerintah dan mengelabui publik. Hal ini sangat terasa tetutama pasca naiknya poros Islam ke pemerintahan.


Media-media yang diback up oleh kekuatan liberal, fulul dan oposisi ini berlomba-lomba memunculkan wacana sentimen dan fitnah guna memecah belah kekuatan Islam di Mesir, setelah mereka gagal mengadu domba Islam dengan Koptik. Institusi Islam terbesar di Mesir sepereti Al Azhar, Ikhwanul Muslimin, Salafy, dll tak luput dari bahan propaganda ini dan ikut diseret ke ranah konflik.

Namun yang lebih mengejutkan, di saat-saat kemelut tersebut tiba-tiba muncul sebuah portal berita berbahasa Indonesia bernama mosleminfo.com. Situs ini tiba-tiba begitu gencar memberitakan perkembangan Mesir. Bagaimana gebrakan mosleminfo ini? Berikut adalah salinan kultwit Sinai Mesir (SINAI_Mesir on Twitter):

    Baru-baru ini muncul sebuah situs berita yang memakai label informasi dan kajian dunia Islam. Namanya #mosleminfo

    #mosleminfo ini berbahasa Indonesia. Sebuah web yang baru muncul dan cukup aktif akhir2 ini memberitakan Mesir

    Namun setelah dibaca dari sekian banyak konten berita #mosleminfo ini, isinya malah menjurus pada isu2 sektarian dan fitnah

    Contohnya: #mosleminfo memberitakan bahwa Ikhwanul Muslimin dan Salafi menyerang Al azhar. Konten ini sempat bikin heboh

    Hasilnya, beberapa kalangan mahasiswa Indonesia yang peduli Al Azhar merasa terusik . Reaksinya beda2. Ada yang terprovokasi #mosleminfo

    Berbagai tudingan pun dialamatkan kepada IM, Salafy bahkan mahasiswa2 Indonesia yang dinilai dekat dengan kedua jamaah ini. #mosleminfo

    Bahkan isu sentimen terhadap politik pun kembali bermunculan, buntut dari berita #mosleminfo ini
    Reaksi dari santri & mahasiswa yang sangat peduli dengan Al Azhar itu sebenarnya msih wajar. Wajar mereka protes #mosleminfo

    Tapi kemudian menjadi tidak sehat ketika reaksi tersebut dibubuhi dengan sikap sentimen terhadap golongan tertentu. #mosleminfo

    beberapa pihak pun mulai terang-terangan menghujat IM, Salafy dan orang2 yg pro kepada kedua jamaah ini. #mosleminfo

    Mari kita lihat apa yang diberitakan, kembali ke #mosleminfo. Media ini mulai populer pasca kasus keracunan di asrama Al Azhar

    #mosleminfo membahasakan bahwa apa yang terjadi di asrama mahasiswa Al Azhar adalah karena faktor politis.

    Namun berkembang kepada wacana upaya Ikhwan dan Salafy yang ingin merebut tampuk pimpinan Al Azhar (Grand Syaikh). #mosleminfo

    Indikasinya adalah aksi demo mahasiswa Al Azhar yg berujung tuntutan pemecatan rektor. Keracunan adalah modus. #mosleminfo

    IM dan Salafy pun diseret ke dalam kasus ini. Dituding sebagai pihak yang ingin merongrong Al Azhar demi kepentingan politik #mosleminfo

    #mosleminfo berpegang kepada statemen salah seorang dosen Al Azhar yang menmbenarkan wacana penyerangan IM dan Salafy thdp Alazhar

    Setelah dilakukan kroscek ke beberapa pihak yang terkait, justru hasilnya berbeda. seperti BEM Al Azhar ... #mosleminfo

    Pihak BEM menyatakan bahwa tidak ada upaya untuk menggoyang Grand Syeikh. Murni karena kasus keracunan. #mosleminfo

    Berikut adalah hasil klarifikasi dengan BEM Al Azhar >> https://www.facebook.com/elharakiy18/posts/4947011998486?ref=notif&notif_t=like …

    Tapi wacana di media #mosleminfo telah terlanjur membentuk paradigma di ranah publik. Al Azhar tetap diposisikan dalam bahaya

    Bagaimana dengan pihak Al Azhar? Grand Syaikh sendiri diberitakan membantah ada penyerangan oleh IM. http://www.elhasad.com/2013/04/blog-post_8323.html … #mosleminfo

    .. dan statemen salah seorang dosen tersebut belum bisa mewakili institusi Al Azhar. #mosleminfo

    Namun setelah diselidiki kembali rujukan #mosleminfo, tenyata diterjemahkan dari media2 oposisi (sekuler), seperti : al watan, wafd, dll

    Al Watan, wafd, dostor dan beberapa lainnya adalah media milik kelompok oposisi yg sangat sentimen pd islam, khususnya IM #mosleminfo

    Hampir setiap edisinya mengungkap kebencian dan adu domba pd pemerintahan Morsi. Dan ini yang diterjemahkan di #mosleminfo

    Berita di media2 ini hanyalah wacana2 'isapan jempol' yang dibubuhi opini guna merusak keharmonisan sosial di Mesir. #mosleminfo

    Sudah bisa ditebak apa modus dan siapa yang bermain dibalik media2 seperti ini. Lalu bagaiaman dg #mosleminfo ?

    Lalu apa hasilnya ketika berita2 bohong ini beredar di Indonesia? Silahkan tweps terjemahkan sendiri :) #mosleminfo

    Beberapa hari belakangan pemberitaan di #mosleminfo semakin menyudutkan pemerintah Mesir dan mengadu domba dengan poros Islam

    Berbahaya jika isu ini dikonsumsi apa adanya oleh banyak kalangan di Indonesia. Taruhannya persatuan umat Islam. #mosleminfo

    Apa yang terjadi di Mesir tidak seperti yang diberitakan oleh media2 fulul tersebut. hanya wacana hoax #mosleminfo

    Semoga tweps bisa berhati2 membaca berita2 tentang Mesir. Perang media di Mesir sangat gencar. #mosleminfo

    Termasuk #mosleminfo ini. Ternyata yang semangat menshare adalah pihak2 yang menaruh sentimen thd kelompok Islam

    Demikian dulu tweps, waktunya Jum'atan. :) Semoga bermanfaat. Salam kebangkitan dari Menara Peradaban - SINAI Mesir untuk Dunia Islam.


2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Emang kenapa sih dengan media itu ya akhi.
    saya pengen tahu lebih jelas gimana caranya ya...

    BalasHapus

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda