Breaking News
Loading...
Kamis, 12 September 2013

Info Post
Jakarta-Renold Bareno, anak wartawan senior Karni Ilyas adu jotos dengan seorang pengunjung mall bernama Reney George Paul Karamoy di Plaza Senayan Jakarta, Selasa 10 September 2013.

Keduanya saling adu pukul di tempat umum hanya karena hal sepele. Akibat aksi baku pukul itu anak Karni Ilyas mengalami lecet di dagu, sedangkan Reney lecet di "Keduanya sampai guling-gulingan, waktunya sekitar 10 menit kuranglah," kata seorang saksi mata yang enggan disebut namanya di Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2013).

Menurut pegawai gerai es krim Cold Stone itu, sebelum berkelahi keduanya sempat bersenggolan di dekat eskalator. Keduanya lantas sempat beradu mulut hingga akhirnya berkelahi. "Kejadiannya sekitar jam 13.30 WIB-an," katanya. Versi polisi, peristiwa tersebut terjadi di eskalator lantai 3 Mal Plaza Senayan di Jalan Asia Afrika No 8 Tanah Abang Jakarta Pusat.

"Kejadian sekitar pukul 13.40 WIB. Penyebabnya senggolan badan kedua belah pihak ketika menaiki eskalator," papar Kanit Reskrim Polsek Tanah Abang Kompol Widarto.

Dari pengakuan Renold dan Reney, gara-gara senggolan tersebut keduanya lalu saling adu mulut dan berakhir dengan adu jotos. "Pengakuannya sama, senggolan pundak lalu cek-cok mulut, lalu pukul-pukulan," tambah Widarto.

Baku pukul keduanya sempat dilerai petugas keamanan dan pengunjung.
Keduanya juga langsung diamankan ke pos keamanan setempat. "Sekitar pukul 14.30 WIB keduanya dibawa ke Polda Metro Jaya," tambah Widarto.

Jambak Rambut

Perkelahian antara Renold Bareno dengan Reney George Paul Karamoy (22) di food court lantai 3 Plaza Senayan, Jakarta Pusat ini juga berimbas kepada pengunjung mall yang lain, yaitu seorang wanita.

Seorang saksi melihat, wanita yang bersama Reney dijambak oleh Renold. "Cewek itu mau misahin, tapi saya lihat kok dijambak. Sempet ditegur juga 'kok begitu sama cewek'," kata seorang saksi di lokasi.

Namun demikian, kata saksi itu, Renold tak menggubris teguran itu. Saat upaya perdamaian oleh pihak sekuriti PS itu, Renold malah menggertak dengan mengaku- ngaku sebagai anggota polisi. "Dia sempat ngeluarin kartu, katanya kartu anggota (polisi), tapi ngeliatinnya sekilas, dicepetin, saya ga sempet lihat jelas," kata seorang saksi yang tak mau disebutkan namanya.

Tidak hanya mengeluarkan kartu, kata saksi itu, Renold juga menelepon sejumlah orang yang diakuinya petinggi polisi. "Makanya polisi yang datang ke sini (PS) juga karena telepon dia," kata saksi.

Pertanyaannya, apakah kasus ini akan dibawa juga ke tayangan ILC di TV One ?

by: FP dukungan untuk fpi indonnesia tanpa JIL
---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda