Breaking News
Loading...
Rabu, 18 September 2013

Info Post

Pergerakan Islam di mesir begitu panjang. Dimulai dengan ekspansi Dakwah pada zaman rasulullah yang diemban para sahabatnya, hingga dilanjutkan dengan perang salib yang dipimpin oleh Sholahuddin Al Ayyubi, Dakwah akhir Abad 19 yang dipelopori Jamaluddin Al-Afghani dan Pergerakan Fenomenal yang gaungnya terdengar sampai sekarang yaitu Ikhwanul Muslimin yang ditancapkan secara ideologis oleh Hasan Al Banna. Dan mereka terus bersemangat untuk mencapai cita-cita Islam tertinggi walaupun Harta … Tahta .. Nyawa sebagai taruhannya.


Pergolakan Arab Spring yang dimulai dari Tunisia, Libya, Yaman bahkan sudah berkobar di Mesir pada awal 2011 memberikan polarisasi politik yang dahsyat di timur tengah. Pada momen yang bersejarah inilah, Komunitas Salafy Mesir mendeklarasikan berdirinya Partai An Nour. Padahal selama ini mereka menganggap Demokrasi adalah produk Haram yang harus dihindari. Maka secara otomatis mereka mengikuti agenda PEMILU Mesir dan Pemilihan Presiden. Walaupun akhirnya mereka memutuskan untuk mendukung Muhammad Mursi sebagai Calon Presiden tunggal dari gabungan Partai-partai Islam mesir.

Sejak saat itu pemikiran harokah Ikhwanul Muslimin mulai mewarnai Risalah dakwah Salafy yang digerakkan oleh Para syabab salafy itu sendiri. Mereka terpesona dengan Manhaj Ikhwan dan pola dakwah mereka yang sangat dinamis, efektif tapi tetap menjaga syariat. Bersama sama mereka memperjuangankan syariat Islam di parlemen. Dimulai dengan membuat konsesus bersama antara Koalisi Islam di parlemen untuk menyatukan suara sehingga menjadi suara mayoritas, Pembentukan kabinet dan pengangkatan beberapa Gubernur provinsi di mesir dari kalangan Islamis.

Pada akhir 2012 Partai salafy an nour mengalami perpecahan Internal. Hal ini dipicu oleh perbedaan Ijtihad politik antara kelompok Konservatif dan reformis. Puncaknya mundurnya Ketua Partai Dr. Imad Abdul Ghafur “Penasehat Khusus Presiden Mursi” dan ratusan pengikutnya. Lalu mereka mendirikan partai baru dengan nama AL Watan yang lebih progresif. Kelompok konservatif menuduh Ikhwanul Muslimin dibalik dari perpecahan internal para syababnya.

Konflik ini juga awal mulainya dukungan Partai salafy An nour terhadap kudeta Militer presiden Mursi. Walaupun akhirnya mereka menolak kudeta itu sendiri karena tidak sesuai dengan yang mereka harapkan. Sekarang secara absolute salafy, ikhwanul muslimin dan Rakyat mesir terus berjuang mengembalikan kekuasaan negara kepada pemerintahan sipil Presiden mursi.

Ikhwanul Muslimin bukanlah Mazhab baru dalam islam … Bukanlah organisasi untuk kelompok tertentu… Ikhwan terbuka untuk semua mazhab selama masih berpegangan pada Al-Qur’an dan As Sunnah yang kaffah….

Semoga perjuangan dakwah ini terus menjadi darah …. Nafas dan Semangat yang akan mengantarkan kita ke jannahNya kelak …. Dan InshALLOH Ikhwanul Muslimin akan selalu menjadi bagian dari perjuangan besar ini ….


ALLAHU AKBAR ….
Oleh : Muhammad Amika/Kompasiana
---
Komentar anda 

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda