Breaking News
Loading...
Selasa, 16 September 2014

Info Post
Jokowi dan Tony Blair
Jakarta - Pada hari Kamis kemarin (11/9/2014), Joko “Jokowi” Widodo mendapat tamu dari Inggris, dialah mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair. Pertemuan yang berlangsung di rumah dinas Jokowi di jakarta menarik media untuk meliput dan mempublikasikannya.


Sekilas dari foto yang beredar di media bagaimana Jokowi yang menunduk dihadapan Tony Blair sebagai bukti bahwa Jokowi tidak ada wibawanya. Padahal Tony Blair cuma “mantan” pejabat, bagaimana nanti kalau Jokowi bertemu dengan yang “sedang menjabat”? Semisal Presiden AS?
Ir. Soekarno berjabat tangan dengan Dag Hammarskjöld, Sekjen PBB dari Swedia. New York, 24 Mei 1956 (Bettmann-Corbis)
Dua tokoh besar, Ir. Soekarno - Che Guevara
Pada kesempatan pertemuan itu Jokowi juga minta nasehat dan petunjuk dari Tony Blair yang selama ini terkenal blak-blakan memusuhi Islam.
“Bicara-bicara saja, saya tanya tentang bagaimana mempersiapkan pemerintahan diawal-awal. Dia cerita banyak, mulai dari menyiapkan proses pemerintahan,” kata Jokowi saat ditemui di rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/9/2014).
Siapa Tony Blair Sesungguhnya?
Mungkin Jokowi tidak tahu, bahwa Jokowi sedang mendapat nasehat dari orang yang nyata-nyata memusuhi Islam.
Pada pidato mantan PM Inggris, Tony Blair, yang disampaikan di Forum Bloomberg di London, 23 April 2014, lalu tentang ancaman radikal Islam dan Tony Blair secara tegas menyerukan “Perang Salib” era baru.
Dalam forum tersebut, Blair menyerukan Barat agar melupakan perselisihan dengan Rusia dan Cina serta fokus menghadapi (memerangi) radikal Islam di Timur Tengah, dilansir laman Dakwatuna (25/04/14).
Selain itu, Blair juga ikut dalam mensukseskan kudeta militer di Mesir yang secara tidak langsung membunuh demokrasi. Juga penyerangan Amerika ke Irak di bantu oleh Tony Blair walau banyak mendapat protes, ia tetap melakukannya.
Aksi protes warga yang Pro Palestina kepada Blair sampai ada yang melemparkan sepatu dan botol kepadanya. Mungkin warga sangat geram kepada Blair yang begitu semangat memerangi ummat Islam. Dan setiap serangan Amerika dan Israel kepada Ummat Islam, sudah pasti ada Tony Blair ikut berperan dengan aktif.
Lalu, setelah nyata bahwa Tony Blair adalah musuh Islam, mengapa Jokowi mau bertemu dan meminta nasehat atau wejangan?
Singkatnya, bertemunya Joko Widodo dan Tony Blair mampu membentuk persepsi publik bahwa Jokowi memang bangga dan senang berteman dengan orang-orang yang telah nyata memusuhi dan membantai Islam. Ya itulah Jokowi. Anda tahu siapa dalang kasus Talang Sari yang membantai ratusan Ummat Islam di Indonesia? (tm/intrik)
---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda