Breaking News
Loading...
Senin, 29 Desember 2014

Info Post
SAMPAH salah satu masalah yang jadi momok di masyarakat, apalagi di musim penghujan seperti sekarang ini. Inilah yang menginspirasi guru dan staf SDN Blimbing 2 Kota Malang membuat program menarik terkait sampah.

Program tentang sampah ini pertama diberlakukan Bu Ninik, wali kelas 5 dengan mengajak seluruh siswa kelasnya mengumpulkan dan memilah sampah. Sampah yang dikumpulkan harus bersih agar tak jadi sumber bau dan penyakit. Sampah yang telah dipilih dipakai untuk membuat karya seni, seperti hiasan dinding dan sisanya dijual untuk menambah uang kas kelas.
Program sampah kedua digagas Bu Retno, staff penjaga perpustakaan. Program ini cukup unik karena pemanfaatkan daur ulang sampah untuk tujuan amal. Uang hasil penjualan sampah ini akan digunakan untuk pembelian sarana belajar bagi siswa yang tidak mampu, mulai dari tas, sepatu, ikat pinggang, seragam dan lain-lain. Bu Retno mencontohkan, jika ada anak kurang mampu yang tiba-tiba tasnya sobek, siapa lagi yang mau membelikan kalau bukan kita.
Pengumpulan sampah ini dilakukan di lingkungan sekolah, yakni bekas jajan anak-anak saat istirahat. Mereka dibiasakan memilah sampah, seperti gelas plastik di tempat yang sudah disediakan. Tak hanya siswa, Bu Retno juga aktif mengajak guru lain melaksanakan program ini. Yakni, bagi guru yang di rumahnya ada sampah yang bisa dimanfaatkan agar dibawa ke sekolah.
Muhammad Hamid Habibi
Muhammad Hamid Habibi,S.Pd.I

Guru PAI SDN Blimbing 2 Malang
fb.com/habi2.hamid


Di mana sampah-sampah ini dikumpulkan, apa tak mengganggu lingkungan sekolah? Ternyata, sampah-sampah ini setiap hari dibawa pulang oleh kedua Ibu ini dan dikumpulkan di rumah masing-masing. Setelah cukup banyak sampah yang terkumpul akan dijual dan hasil penjualannya dicatat di buku, mirip buku rekening pribadi lah.
Ibu-ibu ini mengaku awal membuat program ini karena melihat banyaknya sampah gelas plastik bergeletakan di belakang sekolah dan saat itu musim hujan datang. Bila hal tersebut dibiarkan, jelas akan mengundang penyakit datang, misalnya jadi sarang nyamuk. Progam ini dimulai sekitar November tahun 2014 dan sampai pertengahan Desember mereka mengaku sudah mengumpulkan puluhan ribu rupiah dari daur ulang sampah yang dananya siap disalurkan untuk siswa yang kurang mampu.
Mau meniru langkah cerdas ini?

(surabaya.tribunnews)

 ---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda