Breaking News
Loading...
Selasa, 21 Mei 2013

Info Post
Ditulis oleh ncc

Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan meminta masyarakat untuk tetap mewaspadai gerakan NII KW9. Sejak gencar diberitakan berbagai media massa, pola gerakan NII KW 9 Al Zaytun sudah berubah.

"NII Al Zaytun struktur dan pola gerakan di lapangannya berubah, metodenya lebih soft, pendekatannya lebih modern," ungkap Ken, kepada wartawan, Minggu (26/6/2011).
Ken menjelaskan, pendekatan yang digunakan NII dalam merekrut anggota bersifat organisasi. Mereka meninggalkan metode lama seperti penculikan atau doktrin tanamkan pengaruh dengan pola tutup mata pada anggota yang akan hijrah.

"NII KW 9 sekarang tidak lagi menggunakan konsep hijrah. Pendekatan lebih rapih lewat diklat, member, yang organisasinya terbuka. Setelah mantap berjalan, baru ada tawaran yang masuk ideologi mereka," terangnya.

Semua jaringan NII KW 9 Al Zaytun saat ini berada dalam naungan organisasi Masyarakat Indonesia Membangun (MIM) yang diproklamirkan Panji Gumilang pada 1 Juni lalu.

MIM juga mengganti istilah lurah/camat NII di daerah, yakni dengan istilah koordinator desa atau koordinator daerah. "Mereka sekarang gunakan MIM yang menjalankan konsep ekonomi pemberdayaan dan pendidikan," jelasnya.

Di bidang ekonomi, MIM membentuk bank-bank perkreditan. Saat ini bank-bank tersebut telah terbentuk di Jakarta, Banten Jawa Barat bagian utara, Jawa Tengah, Jawa Timur.

"Dengan konsep baru yang lebih terbuka ini, mereka akan diterima masyarakat. Karena pemberdayaan ekonomi ini menawarkan solusi, bukan langsung mendoktrin," jelasnya.

Sebenarnya, kata Ken, program MIM NII KW 9 sudah beroperasi sejak 2010. Pengurus MIM saat ini mencapai 71.718 orang di seluruh Indonesia. Menurutnya, strategi baru NII lebih berbahaya dari sebelumnya.

"Mereka sekarang nongol di atas permukaan. Tujuannya bubarkan NKRI 2020," sebutnya.
************************************************ 
Perubahan Modus Operandi NII Alzaytun
1. Mereka mencoba mencari cara untuk membiayai diri sendiri tanpa minta kebawah / jamaah walaupun itu tidak dilarang .
2. Mereka mengaku ingin transisi, maksudnya saat yang lalu boleh konsisten di NII namun sekarang harus mampu membiayai hidup sendiri agar tidak kekurangan, mereka menerapkan ilmu jarum yang tetap bisa masuk dan keluar tidak seperti teori paku yang hanya bisa menancap saja ,mereka mengatakan bahwa umat sudah saatnya harus dikenalkan dengan sangat nabawi, jangan pernah melakukan kebohongan sekecil apapun karena itu akan berbahaya pada program perekrutan.
3. Mereka membuat List permasalahan dan menjawab permasalahan dengan kreative  dan selalu optimis agar jamaah yang bermasalah segera ditangani dan masalahnya cepat selesai.
4. Daya kreatifitas harus diutamakan dan jika ada umat atau jamaah yang tidak bertilawah (merektur jamaah baru) sampai setengah bulan berarti jiwanya dianggap terganggu jadi harus cepat diberikan solusi.
5. Jamaah/Kader harus bawa tilawah (jamaah baru) dan jangan dibiarkan berhenti untuk merekrut jamaah baru.
6. Mereka sekarang menanyakan data tilawah (jamaah baru) secara detail untuk antisipasi kebakaran informasi/ keamanan/ amnu.
7. Perekonomian harus dijalankan secara maksimal yaitu Iqtisodiah agar NII stabil.
8. Segala sesuatu mau melakukan sesuatu harus menanyakan dulu kepada pimpinan agar tidak salah langkah.
9. Untuk wilayah Jakarta mereka menerapkan konsep rata dan komplit dengan dibuat konsep kanan dan kiri bahkan juga dibuat kecamatan atau daerah bayangan untuk menipu orang NKRI yang mencurigainya.
10. Mereka sekarang membuat setiap agenda mereka dikemas dengan agenda – agenda yang ada di masyarakat agar masyarakat tidak curiga dengan apa yang mereka lakukan, salah satu contohnya adalah mengemas acara mereka dengan acara majelis dzikir , yasinan, arisan, dll.
Masyarakat harus waspada terhadap seluruh perubahan yang terjadi pada gerakan sesat NII yang sangat meresahkan dan membahayakan masa depan generasi muda.


Pengunjung yang baik selalu meninggalkan Komentar

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda