Breaking News
Loading...
Rabu, 23 Oktober 2013

Info Post

Kasus ‘pencekalan' Ulil Abshar Abdalla, aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), yang terjadi di Kampus UIN Sultan Syarif Kasim (Suska), Pekanbaru, Riau, pada hari Ahad, 20 Oktober 2013 yang lalu masih hangat dibahas. Menyusul batalnya ceramah Ulil, rekan-rekannya sesama aktivis JIL terus menyuarakan keprihatinannya atas pencekalan yang telah terjadi. Sayangnya, hingga detik ini tidak jelas siapa yang telah mencekal Ulil.


Ulil sendiri, melalui akun Twitter-nya, telah mengatakan bahwa Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Suska-lah yang telah menyampaikan kabar padanya bahwa ia tidak bisa berceramah sesuai rencana awal. "Alasannya karena ada ancaman dari kelompok-kelompok Islam tertentu yang tak menyukai saya menyampaikan ceramah di UIN Riau," ungkap Ulil.

Berbagai reaksi bermunculan atas komentar Ulil di Twitter. Saidiman Ahmad, misalnya, yang dikenal telah mendukung pendapat bahwa kaum Nabi Luth as diazab karena telah menyodomi malaikat, menulis melalui akun Twitternya:

Baru kemarin dg bangga saya presentasi soal sukses demokrasi di Indonesia dibanding negara Muslim lain. Eh, ada pencekalan diskusi mas @ulil

Lain lagi halnya dengan Nong Darol Mahmada, salah satu aktivis JIL lainnya, yang langsung menyalahkan pihak kampus UIN Suska karena insiden tersebut. Terhadap batalnya ceramah Ulil, Nong hanya berkomentar singkat, "Batal karena kecupetan pihak kampus." Guntur Romli, yang juga suami dari Nong Darol Mahmada, tidak ketinggalan pula turut mengomentari ‘pencekalan' yang terjadi pada Ulil. "Pencekalan itu bukti yang nyata dari ketakutan dan kebodohan," kata Guntur.
 
 
Berbagai komentar yang dibuat oleh Ulil dan rekan-rekannya seolah ingin menegaskan bahwa memang telah terjadi pencekalan. Jika demikian, maka tentu yang mencekal adalah civitas academica UIN Suska sendiri. Sebab, pada saat seminar berlangsung, tidak ditemukan kegiatan protes atau aksi penolakan terhadap Ulil yang berpotensi kekerasan. Yang terlihat di luar lokasi seminar justru aksi damai yang digelar oleh #IndonesiaTanpaJIL Chapter Pekanbaru yang membagi-bagikan flyer kepada para peserta seminar.

Sementara itu, komentar berlawanan muncul dari berbagai pihak. Syahronny, pengamat wacana Islam liberal asal Jakarta, berpendapat bahwa umat telah cukup cerdas sehingga mengetahui kesesatan Islam liberal. "Ulil semestinya sadar bahwa umat telah mengenal siapa JIL sebenarnya, dan tidak senang dengan kebatilan yang ia propagandakan," ujarnya.

"Menurut saya, Ulil telah berhalusinasi, seolah-olah kampus telah dikompori oleh #IndonesiaTanpaJIL untuk menolak dirinya. Padahal, sebenarnya kampus UIN Suska sendirilah yang tidak mau menerima Ulil," demikian komentar Prita, aktivis #IndonesiaTanpaJIL asal Garut.

Ulil Abshar Abdalla, aktivis JIL yang juga politisi Partai Demokrat (PD) memang kerap mengundang kontroversi. Di satu sisi, komentar-komentarnya seringkali dianggap ofensif oleh para ulama, dan di sisi lain, ia pun banyak menerima kritik karena aktivitasnya di PD. Karena aktivitas politiknya di partai penguasa ini, Ulil kerap kali dipandang mengalami bias dalam pemikiran-pemikirannya. (ITJ/ds)
 ---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda