Breaking News
Loading...
Rabu, 17 September 2014

Info Post
Memangnya Rakyat = Tuhan ?

Berbagai pemilu dilakukan. Ternyata yang dipilih rakyat itu adalah anggota DPR/D yang tukang tidur dan korup. Para pemimpin Daerah yang ternyata 86% ditangkap KPK karena korup.

Jelas Rakyat tidak sama dgn Tuhan Yang Maha Mengetahui. Rakyat itu mudah ditipu dengan pencitraan Media Massa segala macam. Mudah dibodohi... 

Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia Tolak Pilkada Lewat Dewan

Mukhollafatuhu lil hawaadits (Tidak Serupa dengan MakhlukNya)
Allah itu berbeda dengan makhlukNya (Mukhollafatuhu lil hawaadits). Mustahil Allah itu sama dengan makhlukNya (Mumaatsalaatuhu lil Hawaadits).
“…Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia…” [Asy Syuura:11]

Ilmu (Mengetahui)

Allah itu berilmu (Maha Mengetahui). Mustahil Allah itu Jahal (Bodoh). Allah Maha Mengetahui karena Dialah yang menciptakan segala sesuatu.

Sedangkan manusia tahu bukan karena menciptakan, tapi sekedar melihat, mendengar, dan mengamati. Itu pun terbatas pengetahuannya sehingga manusia tetap saja tidak mampu menciptakan meski hanya seekor lalat.

“Dan Allah memiliki kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu basah atau kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” [Al An’aam:59]

“Katakanlah: Sekiranya lautan jadi tinta untuk menulis kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis ditulis kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu.” [Al Kahfi:109]

“Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [An Nisaa’:176]


Petisi Pilkada Dilakukan Tidak Langsung

Di AS saja Pilpres tidak dilakukan secara langsung. Tapi lewat Electoral Vote. Begitu pula negara2 yang demokrasinya sudah maju seperti Inggris dan Perancis, untuk memilih pemimpin pemerintahan mereka memakai Demokrasi Perwakilan. Hanya anggota Parlemen yang dipilih secara langsung oleh rakyat. Setelah itu anggota Parlemen/Perwakilan yang memilih kepala pemerintahan.

Persis saat Presiden dipilih oleh MPR dulu. MPR itu kan sebagian berasal dari DPR yang juga dipilih rakyat. Wakil Rakyat (DPR/D) itulah yang seharusnya mewakili kita dalam memilih para pemimpin kita. Ini sesuai dengan sila ke 4 dari Pancasila:

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Perwakilan artinya begitu kita sudah memilih wakil kita, tugas kita selesai.

Pilkada langsung di daerah selain mahal juga rawan konflik. Soanya sepupu saya di Luwuk serba salah. Karena kotanya kecil, berasa sekali. Membela si A, tidak enak dgn si B. Begitu pula sebaliknya padahal sama2 kenal.


Di AS, yang memilih presiden bukan rakyat langsung. Tapi orang2 pilihan di setiap daerah yang memang dipilih oleh rakyat. Jumlahnya ada 538 di semua negara bagian AS. Nah 538 pemilih inilah yang memilih presiden untuk rakyat.

Bayangkan. AS yang sudah lebih dari 200 tahun merdeka sejak tahun 1776 dan mayoritas rakyatnya terdidik dan melek informasi saja Pilpres dilakukan secara tidak langsung. Tapi lewat 538 Electoral Voters. Bagaimana dengan Indonesia yang baru merdeka 69 tahun dan mayoritas rakyatnya masih tidak terdidik dan miskin informasi tapi malah dapat banyak misinformasi? Kebablasan tidak? [KabarIslam]
---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda