Breaking News
Loading...
Selasa, 22 Oktober 2013

Info Post
Baharuddin Lopa adalah legenda tentang aparat negara yang jujur, sederhana serta tegas. Baharuddin Lopa menjadi teladan tentang pentingnya kejujuran dalam menjalani tugas-tugas keseharian sebagai abdi negara. 

Banyak cerita kesederhanaan mantan jaksa agung dan menkumham itu. Salah satunya tentang rumahnya yang sangat sederhana di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur. Begitu pula mobil Toyota Kijangnya yang juga sangat sederhana untuk ukuran seorang pejabat setingkat menteri.

Di luar itu, ada sebuah cerita menggetarkan tentang kesederhanaan Baharuddin Lopa seperti ditulis dalam buku Apa dan Siapa Baharuddin Lopa, karya Hendro Dewanto dkk. Peristiwa ini terjadi saat Lopa menjabat sebagai menkumham pada kurun Februari sampai Juni 2001.
 
Suatu ketika, Lopa pulang dari kantor di Depkumham di Jl Rasuna Said, Kuningan menuju rumahnya di Pondok Bambu. Kepada ajudannya, Enang Supriyadi Samsi, Lopa meminta mampir dulu ke Bekasi untuk menjenguk cucunya, anak dari putrinya Aisyah. Sopir pun mengarahkan mobil menuju rumah Aisyah di Bekasi. 

Di tengah perjalanan, Lopa singgah lebih dulu di sebuah mal, membeli sesuatu untuk cucunya. Menurut Enang S Samsi, saat itu pengunjung mal menatap Lopa dengan penuh hormat. Lopa lantas membeli sebuah mainan anak-anak yang terbuat dari plastik. 

Menurut Enang S Samsi, mainan itu susah disebut namanya. Dia hanya mengingat, bentuknya sederhana hanya tangkai plastik, di atasnya berbentuk lingkaran yang apabila diputar mengeluarkan bunyi-bunyian. Harganya murah hanya Rp 7.500. 

Kasir pun terheran-heran saat Lopa membayar mainan itu. Pikir kasir itu, hanya menteri Lopa yang membeli mainan untuk cucunya semurah itu.
Enang pun mengaku merenung sepanjang perjalanan menuju rumah Aisyah. Jika dirinya menteri, masih sempatkah singgah di mal untuk membelikan mainan buat cucunya. 

Itulah perhatian Lopa untuk cucunya. Bukan harga mainan yang penting tetapi ketulusan kakek yang dalam kelelahan setelah bekerja sempat memberikan sisa tenaga untuk cucunya. Sungguh sebuah teladan yang luar biasa dari Baharuddin Lopa.(merdeka/16/10/13)
---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda