Breaking News
Loading...
Jumat, 04 Oktober 2013

Info Post
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) berbincang dengan Perdana Menteri (PM) Australia Tony Abbott (kiri) seusai mengadakan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/9/2013). Pertemuan tersebut membahas tentang peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan dan penyelundupan manusia.
JAKARTA — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa Papua adalah bagian integral dari kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Indonesia mengambil tanggung jawab penuh untuk mengatasi masalah di Papua.

 
Hal itu ditegaskan Kepala Negara di hadapan Perdana Menteri Australia Tony Abbott saat melakukan keterangan pers bersama seusai melakukan pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (30/9/2013). “Saya sampaikan kepada PM Australia bahwa kebijakan Indonesia untuk mengelola Papua sudah sangat jelas,” ujar SBY.

Dalam mengelola Papua, ujarnya, Indonesia mengutamakan pendekatan kesejahteraan, keadilan, dan demokrasi. Sebagai contoh, ujarnya, Papua adalah wilayah dengan biaya pembangunan per kapita tertinggi di seluruh Indonesia. Namun demikian, Kepala Negara mengakui tentu ada ada masalah struktural, masalah lokal, yang harus dikelola dengan baik.

“Negara Indonesia adalah negara demokrasi. Masalah-masalah ekspresi yang ada di Papua itu bagian dari demokrasi. Tetapi satu hal, Papua adalah bagian integral dari negara RI. Kedaulatan RI mencakup Papua, dan itulah keutuhan teritorial Indonesia,” ujarnya.

“Saya berterima kasih dan saya senang, Australia juga menghormati kedaulatan kami dan ikut berkontribusi untuk mengatasi masalah-masalah ini dengan baik,” imbuhnya. 









---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda