Breaking News
Loading...
Kamis, 25 Desember 2014

Info Post

Propaganda “pacaran sehat” dalam buku Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang ditujukan pelajar SMA Muslim, kini berlanjut dengan terbitnya sebuah buku berjudul “Pacaran Nggak Ya?” karya Liberalis Edi Akhiles. Buku ini digadang-gadang sebagai buku tandingan dari buku karya Ustad Felix Siauw yang berjudul “Udah Putusin Aja”. Parahnya, buku tersebut dibagikan secara gratis oleh JIL di SMA se-Jabodetabek, seperti laporan seorang aktivis dakwah, dilansir dari Arrahmah, Sabtu (22/12/2014).

CEO Divapress Edi Akhiles bahkan menyatakn dalam blog pribadinya Mei (7/5) lalu. (Sangat disarankan untuk membaca secara lengkap isi postingan dalam link tersebut, untuk dapat menilai sendiri betapa ‘nyeleneh’ pemikirannya). Pemikirannya yang begitu melenceng ini hendak ia dan JIL tularkan pada pemuda Muslim se-Jabodetabek melalui buku yang dibagikan secara GRATIS tersebut.

Berikut paragraf awal yang menyandingkan dua kutipan dari penulis buku ini:
“Tidak diragukan lagi bahwa pacaran dalam segala bentuknnya adalah pintu menuju kemaksiatan. Karenanya, ia haram! Jika kau mencintai seseorang, datangi walinya, lamar, nikahin.” (Felix Y. Siauw)

Penting untuk memahami epistemologi (definisi dan cakupan) istilah apa pun, termasuk pacaran dan ta’aruf, sebab ini akan mempengaruhi kesimpulan akhirnya. Ketidakutuhan memahami epistemologi akan melahirkan kesimpulan hukum (fiqh) yang kurang detail dan obyektif, sehingga berisiko gebyah-uyah. Pacaran pada sebagian bentuknya itu haram, tapi pada sebagian bentuk lainnya itu halal.” (Edi Akhiles)

Tak sampai di situ, ia terkesan menunjukkan rasa prihatin terhadap pemuda-pemudi yang shalih-shalihat, tapi di cap buruk karena pacaran.

“Saya memiliki banyak kawan nyata, yang saya tahu mereka termasuk muslim baik-baik, rajin shalat pula, yang tengah menjalin hubungan pacaran dengan serius. Saya prihatin dengan kenyataan ini. Satu sisi, saya tahu mereka adalah orang-orang muslim yang taat beribadah. Namun, di sisi lain, jika mengikuti buku Felix dan Rahman, mereka ter-judge melenceng dari ajaran Islam karena berpacaran.”

Keprihatinan tak berdasar ini secara tak langsung, memberi lampu hijau pada generasi muslim untuk menghalalkan pacaran. Biar pacaran asal ibadahnya bagus, begitulah kira-kira doktrin yang hendak disampaikan. Apalagi, media seperti buku cukup efektif menyasar generasi muda, karena kali ini JIL menggunakan bahasa yang halus dan anak muda banget dalam menyuarakan misinya.

Dengan demikian, himbauan kepada seluruh aktivis dakwah, guru-guru, orangtua muslim untuk lebih berhati-hati  dan meningkatkan kewaspadaannya dengan propaganda semacam ini. Dukungan dari seluruh umat Islam untuk menyuarakan dan mengantisipasi pelegalan segala bentuk perzinaan berkedok pacaran sepaeti ini harus terus digiatkan. (Fimadani)
---
Komentar anda

0 komentar:

Posting Komentar

PENGUNJUNG YANG BAIK SELALU MENINGGALKAN KOMENTAR
Terima Kasih Atas Kunjungan Anda